Luka Modric: Prancis Memenangkan pertandingan Lantaran Dibantu Pemimpin pertandingan

Luka Modric: Prancis Memenangkan pertandingan Lantaran Dibantu Pemimpin pertandingan

Pemimpin Team sepakbola negara Kroasia, Luka Modric mengklaim masih frustrasi dengan result mengecewakan skuatnya dalam bentrokan final Piala Dunia 2018. Modric menaksir skuatnya bertanding sedikit lebih perfect dari pada Team sepakbola negara Prancis, hingga mereka setingkat lebih cocok bertindak sebagai pemenang.

Kroasia sendiri mampu bermain di luar keinginan publik di Piala Dunia 2018. Untuk pertama-tama kalinya didalam catatan sejarah, The Vatreni mampu menembus menuju ke partai puncak Piala Dunia sejak usai federasi football mereka terbentuk.

Tetapi pada pertandingan partai puncak, Kroasia wajib tumbang melawan musuh mereka, Prancis. Mereka dipaksa menelan kekalahan dengan kedudukan 4-2 dari skuat yang biasa disebut Les Bleus ini.

Modric sendiri berkata bila skuatnya sedikit lebih cocok untuk keluar sebagai pemenang dari pada Prancis. “Semua pesepakbola team saya menderita hal yang mirip, yakni team saya enggak patut menelan kekalahan,” kata Modric terhadap Sportsmole dan redaksi livescore.

Modric sendiri mengklaim bila pemimpin pertandingan sedikit lebih condong membela Prancis dalam laga ini serta hal tersebut dapat dilihat dari keputusan-keputusan yang diciptakan sang pemimpin pertandingan sejauh pertandingan.

“Saya merasa team saya ialah skuat yang sedikit lebih perfect dari Prancis, tetapi terkadang skuat yang sedikit lebih perfect enggak menang.”

“Kami pun tercengan team saya memperoleh tembakan penalti, terlebih lantaran pelanggaran yang dirinya berikan di skor pertama-tama mereka, menurut aku bukan sebuah pelanggaran serta team saya mampu bangkit dari hal tersebut.”

Modric pun menyesalkan tembakan penalty yang diberikan oleh pemimpin pertandingan Nestor Pitana tersebut, lantaran dirinya menaksir tembakan penalty tersebut membinasakan gelora skuatnya.”

“Kami mampu bertanding dengan perfect serta team saya memainkan football yang keren sejauh partai. Lantas pemimpin pertandingan memberi tembakan penalty bagi mereka [Prancis] serta hal tersebut membinasakan team saya.”

“Enggak enteng untuk come back dari keadaan ini, tetapi team saya masih berusaha. Team saya masih berusaha sampai dengan akhir serta team saya sungguh-sungguh bangga dengan bagaimana cara team saya bertanding. Tetapi sayang hal tersebut enggak cukup menjadikan team saya memenangkan pertandingan.” lanjutnya.