Tidak Pandang Bulu, Daftar Kota Ini Memeriahkan Acara Chinese New Year

Tidak terasa, Hari Raya Imlek atau Chinese New Year sudah menunggu di pelupuk mata kita. Tinggal berapa hari lagi! Dan lantaran 28 Januari bertepatan dengan hari sabtu, jadi kita mempunyai satu long weekend hari ini. Yeay! Kamu sudah punya rencana buat long weekend? Meskipun agak mepet, Kami mau kasih list beberapa tempat yang dapat kamu datangi tuk memeriahkan Chinese New Year. Kalo memang kamu gak merayakan, kamu boleh melihat sendiri kemeriahan perayaan disana. Inilah kota terbaik di Indonesia tuk melihat acara Chinese New Year yang meriah banget:

Semarang

Perayaan ulang Tahun China di Jawa Tengah ini digelar paling meriah di sekeliling Pasar Semawis serta Kelenteng Sam Poo Kong. Pasar Semawis ialah satu festival pasar malam tahunan, dimana kamu bisa menikmati beraneka macam hidangan nikmat dan atraksi seni khas daerah Jawa dan peranakan, semacam pertunjukan wayang potehi (yang saat ini udah jarang dan hampir punah), gambang Semarang, wushu serta gong China. Bagaimana kulinernya? Kamu gak bakal nyesel karena disini boleh mencicipi hidangan khas peranakan yang sedap: lontong cap go meh dan nasi ayam Hainan. Pasar malam yang ada semenjak 2004 ini digelar di Jl. Gang Warung dan pinggir Jl. Wotgandul Timur.

Jakarta

Untuk merasakan nuansa perayaan Imlek di Jakarta begitu meriah, pergi ke Petak Sembilan di Pecinan, Glodok. Daerah itu akan didominasi oleh toko-toko yang menjajakan lentera dan manisan khas Imlek semacam plum kering dan coklat koin. Di hari Imlek, atraksi barongsai dan gong China bakal diadakan di pinggir jalanan. Di daerah ini, kamu bisa mengunjungi beberapa kelenteng semacam the Kim Tek Le (kelenteng paling tua di Jakarta), Jin De Yuan serta Lie Tek Kwai, ataupun singgah ke kedai obat tradisional China (ya, yang semisal di film Bruce Lee itu) Karti Djaja, yang jual ramuan tradisional Tiongkok.

Singkawang

Kota kecil yang jaraknya 145 kilometer dari Pontianak ini ngetop dengan kebudayaan peranakannya yang amat kental. Rasanya sebagaimana datang ke dataran China beneran, lho. Apalagi Singkawang sudah dapatkan julukan “Kota 1.000 Kelenteng.” Acara Imlek di kota yang dahulu adalah bagian Kesultanan Sambas ini di pusatkan di stadion olahraga Kridasana, yang diubah jadi taman bunga Mei Hwa yang berkilauan kedalam berbagai warna, dengan berjejer lentera merahnya. Tidak hanya saat Chinese New Year, tidak sedikit fotografer yang berkunjung ke Singkawang ketika perayaan Cap Go Meh (hari ke 15 dari Tahun Baru China), tuk memotret atraksi menariknya, Tatung. Atraksi tersebut ialah suatu ritual pengusiran roh jahat yang menghebohkan banyak pria (dijuluki Tatung), yang dirasuki para arwah leluhur. Arwah yang merasuki itu diyakini adalah arwah baik yang akan menolong mengusir roh jahat.

Surakarta

Dalam sepekan penuh ke perayaan Chinese New Year, suatu festival Grebeg Sudiro yang bersuasana Jawa diadakan di kota Surakarta, atau yang kerap kita bilang Solo ini. Grebeg Sudiro, yang dihelat di Pasar Gede (tempat Kelenteng Tien Kok Sie), merupakan kombinasi tradisi lokal yang dijuluki Grebeg, dan tradisi Tiongkok, serta melibatkan 2 gunungan (sesaji yang bentuknya kerucut besar). Gunungan itu dibuat menggunakan kue keranjang China, dan diarak berkeliling kota dengan diiringi tari-tarian barongsai serta reog Ponorogo. Asyik ‘kan, bisa lihat 2 pertunjukan tradisional langsung didalam sekali kunjungan? Sepanjang Grebeg Sudiro berlangsung, kamu pun bisa melihat atraksi wayang potehi, pelepasan beribu-ribu lentera ke langit, festival kuliner serta kerajinan tangan, show barongsai, wushu, juga fashion show bertajuk cheongsam (pakaian asli China).