Perayaan Antonio Bukanlah Terinspirasi dari Cristiano Ronaldo

Perayaan Antonio Bukanlah Terinspirasi dari Cristiano Ronaldo

Bintang West Ham United, Michail Antonio menjadi pahlawan kemenangan kesebelasan yang dijuluki The Hammers. Perayaan Antonio juga memperoleh atensi beberapa warganet.

Sehabis merobek gawang Hugo Lloris di menit ke-67, Antonini lantas merayakannya dengan aksi yang lumayan serupa dengan gaya Cristiano Ronaldo dan juru tak-tik Atletico Madrid, Diego Simeone.

Tapi rupanya bukanlah 2 orang ini yang menjadi inspirasi Antonini perbuat perayaan itu. Dia mengakui terinspirasi dari sosok selebgram dari Amerika Serikat, DanRue.

“Selebrasi ini muncul dari salah satu lelaki yang saya ikuti akun Instagramnya, Danrue. Ia tidak sedikit berbuat tarian edan di postingannya, ” tutur Antonini sebagaimana dilansir football5star. com dari Sky Sports.

“Aku menyaksikan tarian ini kemarin. Apabila saya bisa menyarangkan goal, saya mau merayakan dengan tarian mirip ini, ” tutur Antonini.

Kemenangan West Ham ini membikin mereka pantas disebut-sebut sebagi kesebelasan “pembunuh” tim London yang baru memiliki stadion anyar.

Pada 2007, sebagaimana dilansir football5star. com dari data optajoe, West Ham jua menjadi kesebelasan perdana yang menghajar Arsenal di markas anyar mereka, Stadion Emirates.

Skornya serupa 1-0, goal West Ham menuju gawang Arsenal kala ini dicetak oleh Bobby Zamora pada menit-menit terakhir fase perdana.

Virgil van Dijk Mirip Monster di Lapangan

Virgil van Dijk Mirip Monster di Lapangan

Eks Asisten Manajer di Southampton, Pascal Plancque, memuji habis pemain bertahan Liverpool, Virgil van Dijk. Di matanya, Van Dijk merupakan pemain bertahan yang sensasional.

Virgil van Dijk pergi dari Southampton serta bergabung Liverpool di Januari 2018. Kehadirannya membikin barisan defensif The Reds menjadi sedikit lebih solid.

Bintang dari Belanda ini juga digadang-gadang menjadi pemain bertahan paling baik dunia sekarang. Plancque jua sepakat dengan penilaian itu.

“Pastinya, Virgil van Dijk pemain bertahan paling baik yang sudah kerja sama dengan aku. Secara teknis ia monster, Secara fisik ia monster. Ia punya semuanya, ” tutur Plancque pada Soccerway.

“Gelar jawara bakal memberikannya dimensi ekstra, namun ia telah jadi bintang yang amat lengkap. Yang sangat mencengangkan aku ialah fisiknya, ia amat tinggi serta amat kokoh. Ia punya tandukan yang bagus serta memancarkan sejumlah power. Ia jua memancarkan karisma tertentu, bersama kepribadian hebat. ”

“Van Dijk salah satu leader teknis sebab ia amat tangguh. Ia memimpin, ia membaca pertandingan serta mendorong teman-temannya. Van Dijk merupakan seseorang yang tak boleh Kamu rasa remeh. Ia amat benci hasil negatif, ” Plancque melanjutkan.

Virgil van Dijk telah memperkuat Liverpool dalam 30 laga Liga Inggris kompetisi musim ini. Dia jua menyumbang tiga gol serta 1 umpan.

Hyun-koo Berharap Cepat Jadi WNI

Hyun-koo Berharap Cepat Jadi WNI

Bintang Kalteng Putra, Yoo Hyun-koo, mengakui antusias tentang proses naturalisasi yang tengah dilakukannya. Pada waktu dekat, bintang dari Korea Selatan itu berharap telah bisa mengantongi kewarganegaraan Indonesia.

Hyun-koo telah mengajukan kepindahan kewarganegaraan semenjak saat tengah membela Sriwijaya. Jumlah, ia telah sembilan musim berkarier pada kompetisi nasional Indonesia semenjak pertama kali hadir untuk membela Semen Padang.

“Proses natularisasi saya tengah diurus hingga saat ini. Saya harap prosesnya dapat cepat berakhir dalam waktu hampir. Tetapi, fokus saya sampai saat ini setingkat lebih ke laga Piala Presiden 2019 lebih dulu, ” tutur mantan bintang Jeju United tersebut.

Tentang peluang Kalteng Putra pada Piala Presiden 2019, Hyun-koo tidak terlampau memasang incaran tinggi. Menjadi tim yang baru naik kasta, ia cuma ingin menunjukkan performa paling baik musim ini. Terlebih, itu merupakan peluang pertama kali untuk Laskar Isen Mulang pada Piala Presiden.

“Persiapan yang sudah rombongan saya lakukan termasuk bagus guna pramusim itu. Namun, bermasalah sedikit sebab ada bintang asing yang baru gabung seminggu. Hal itu membutuhkan beradaptasi dan mudah-mudahan lebih baik, berkembang, serta dapat 3 poin, ” katanya meneruskan.

Kalteng Putra akan menjajal kekuatan PSM Makassar di Rabu (6/3) sore itu. Pertandingan bakal berlangsung pada Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Mereka tergabung bersama 2 klub lainnya yakni Persipura Jayapura serta PSIS Semarang.

Mauricio Pochettino Sebut Harry Kane seperti Binatang

Mauricio Pochettino Sebut Harry Kane seperti Binatang

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menganalogikan Harry Kane seperti binatang. Khususnya kala dia sedang di dalam situasi cedera.

Tottenham Hotspur berpotensi balik lagi dibela Harry Kane di partai akhir pekan ini kontra Burnley. Pertandingan itu berjalan di Stadion Turf Moor, Sabtu (23/2/2019).

Ujung tombak berumur 25 tahun ini telah sembuh dari cedera pergelangan kaki serta mulai latihan semenjak Senin (18/2/2019). Masalah itu dialaminya kala Tottenham ditumbangkan Manchester United di Stadion Wembley pada 13 Januari yang lalu. Awalnya, Kane diperkirakan bakal tidak ikut serta sampai Maret.

Tapi, perkembangan pemulihan dari cederanya dapat setingkat lebih cepat melalui prediksi. Malahan, dia sudah bisa balik lagi latihan maksimal bareng tim Tottenham Hotspur awal minggu ini.

Mauricio Pochettino memperhitungkan pesatnya perkembangan di dalam pemulihan cedera menjadikan Kane seperti binatang. Kane berbuat semua usaha supaya dapat cepat sembuh serta balik lagi berlaga.

“Semua orang paham jika Harry Kane merupakan binatang. Dia mau balik lagi bisa berlaga secepat mungkin, ” tutur Mauricio Pochettino dari website resmi Tottenham Hotspur.

“Kami amat bahagia jika di dalam sepuluh hari terbaru situasi kebugarannya luar biasa dalam pelatihan. Apabila dia dapat balik lagi berlaga, jelas bakal jadi dorongan besar bagi segalanya, ” katanya.

Saat tak dapat dibela Harry Kane, kesebelasan beralias The Lilywhites tereliminasi dari gelaran Piala Liga Inggris serta Piala FA. Tapi, mereka bisa menyapu bersih hasil positif pada 4 pertandingan Liga Inggris tanpanya.

Malahan, Tottenham berpotensi melaju menuju fase perempat-final Liga Champions kampanye musim ini. Ya, pada pertandingan perdana fase 16 besar, tim bimbingan Pochettino bisa mendulang hasil positif 3-0 atas Borussia Dortmund.

Timo Werner Dianggap Masih Memiliki Masa Depan di RB Leipzig

Timo Werner Dianggap Masih Memiliki Masa Depan di RB Leipzig

Juru tak-tik RB Leipzig, Ralf Rangnick, yakin jika Timo Werner tidak bakal segera pergi dari Red Bull Arena. Dia menyatakan jika Werner masih punya masa depan yang menjanjikan bareng RB Leipzig.

Sekarang, Timo Werner jadi satu dari sekian banyak target dari raksasa Bundesliga, Bayern Munich. Di samping Bayern, Liverpool pun dikatakan bersedia mengeluarkan biaya besar buat merapatkan Timo Werner menuju Anfield di bursa transfer pemain pada bursa transfer musim panas tahun mendatang.

“Jika Bayern betul-betul tidak main-main mengejarnya, maka kami ada di dalam masalah besar. Namun, mereka seringkali bermain menggunakan 1 ujung tombak. Jadi, aku pikir, Timo bakal tinggal di sini buat 2 ataupun 3 musim menuju depan,” tutur Rangnick dilansir melalui Sportsmole.

Petinggi RB Leipzig memang telah memberikan pembaruan kesepakatan kontrak buat Timo Werner. Tapi, sang bintang belum juga menandatangani kesepakatan kontrak baru yang ditawarkan oleh petinggi Die Roten Bullen.

Kesepakatan kontrak dari punggawa tim nasional Jerman ini bakal berakhir di bursa transfer musim panas tahun 2020 nanti. CEO RB Leipzig, Oliver Mintzaff telah memberi ultimatum pada Timo Werner buat cepat menandatangi pembaruan kesepakatan kontrak. Dia menganggap jika Die Roten tidak dapat melepas striker tumpuannya dengan gratis di tahun 2020 nanti.

Kampanye musim ini, Werner sukses memperlihatkan performa yang lumayan bagus buat Die Roten Bullen. Lelaki 22 tahun tersebut telah menyarangkan 13 goal melalui 22 performa pada seluruh turnamen. Peran maksimalnya sukses menghantarkan RB Leipzig duduk di papan atas klasemen Bundesliga kampanye musim ini.

Tahan Barca di Giuseppe Meazza, Spalletti Puji Daya Juang Pemainnya

Tahan Barca di Giuseppe Meazza, Spalletti Puji Daya Juang Pemainnya

Inter Milan berlaga seri 1-1 dengan Blaugrana di Stadion Giuseppe Meazza, hari Rabu (7/11) dinihari WIB. Meski tidak berhasil membalaskan dendam pada pertandingan perdana, Luciano Spalletti masih memberikan pujian daya juang anak asuhnya di rumput hijau.

Inter Milan sempat tertinggal terlebih dahulu pada pertengahan babak ke 2. Malcom sukses menghantarkan Barcelona memimpin terlebih dahulu lewat tembakan kaki kirinya. Tuan rumah baru dapat memaksakan skor jadi imbang saat laga sudah berjalan hingga menit ke-85 lewat sontekan Mauro Icardi.

Performa pantang menyerah itulah yang membikin Spalletti takjub dengan semua penggawa di rumput hijau. Dia juga mengatakan reaksi pemain sehabis tertinggal amat fundamental kepada skema permainan.

“Pertandingan rasa-rasanya bakal usai dengan skor seri 0-0, kemudian mereka menyarangkan goal tidak terduga, namun semua pemain bereaksi dengan tepat usai itu dan ini amat fundamental. Penggawa menenandang bola menuju depan serta usai Icardi cetak goal, ia pergi mengambil bola serta membikin semua orang balik lagi menuju ke tengah lapangan,” tutur Spalletti pada Sky Sport Italia.

“Kami mendapatkan kesulitan pada babak ke 1 seperti di Camp Nou, team saya kewalahan memegang bola. Namun kami berlaga lumayan bagus serta memberikan Barcelona masalah. Barcelona masih amat kuat pada areanya sendiri,” dia melanjutkan.

Meski mendapat pencapaian seri, peringkat Inter Milan di Grup B Liga Champions masih bisa dikatakan aman dan berpotensi besar melaju menuju babak sistem gugur. Mereka sekarang ada pada urutan kedua bersama koleksi 7 angka.

Tak Terduga! Ada Nama Soenarto dalam Tim Ajax Amsterdam

Tak Terduga! Ada Nama Soenarto dalam Tim Ajax Amsterdam

Siapa sangka kenyataannya terdapat nama bintang berdarah jawa, yaitu Soenarto di dalam tim Ajax Amsterdam. Warga berdarah Indonesia sesungguhnya begitu banyak beredar di Negara Kincir Angin Belanda.

Di samping warga pada umumnya, tidak sedikit juga pesepak bola yang punya darah Indonesia.

Hingga tidak jarang dibunyikan sejumlah nama bintang “berbau” Indonesia di Liga Belanda.

Satu dari sekian banyak nama “berbau” Indonesia pada Belanda merupakan Edwin Soenarto.

Soenarto jelas identik bersama nama asal Indonesia tepatnya Pulau Jawa.

Benar saja, menurut penelusuran BolaSport. com, Edwin Soenarto sesungguhnya punya garis keturunan Indonesia melalui sang ibu.

Diberitakan BolaSport. com melalui Sepakbolanda. com, bintang yang beroperasi menjadi pemain bertahan ini ibu asal Jawa berjuluk Agustina Triwahyuni Soenarto.

Bintang berumur 31 tahun ini telah melanglang buana di dunia sepakbola.

Malahan, bintang lulusan FC Utrecht ini pernah melakoni seleksi bersama tim Indonesia yaitu Bali Devata pada 2011 lalu.

Sekarang, lelaki kelahiran Utrecht ini tertulis masuk ke dalam kesebelasan amatir Ajax Amsterdam buat tim zaterdag satu.

Menurut website Transfermarkt, Edwin telah gabung bersama kesebelasan Ajax Amateurs pada 2015 lalu.

Kala itu, dia hengkang melalui kesebelasan amatir pada Belanda yaitu FC Breukelen.

Kemenangan atas Newcastle Diwarnai Rekor Terburuk MU di Liga Premier Inggris

Kemenangan atas Newcastle Diwarnai Rekor Terburuk MU di Liga Premier Inggris

Penampilan merosot yang ditampilkan Manchester United di musim 2018/19 sudah mendatangkan catatan negatif untuk Setan Merah selama eksistensi mereka pada Liga Premier Inggris.

Rekor negatif terbaru berlangsung di pertandingan Matchday kedelapan kala The Red Devils melawan Newcastle United pada Old Trafford Stadium, Sabtu (6/10).

Di partai itu, Manchester United mendapat hasil positif dramatis bersama kedudukan 3-2.

Gol-gol hasil positif Manchester United sukses dibuat dengan Juan Mata (menit ke-70), Anthony Martial (76′), serta Alexis Sanchez (90′).

3 skor itu sukses membalikkan keunggulan 2-0 punya Newcastle United melewati gol-gol Robert Kenedy (7′) serta Yoshinori Muto (10′).

Rekor negatif yang diibaratkan merupakan 2 skor tempo tinggi Newcastle United di pertama laga itu.

Bobolnya gawang Manchester United di dalam masa sepuluh menit pertama di Old Trafford merupakan kali perdana keduanya rasakan selama jaman EPL semenjak 1992 ataupun 26 musim terbaru.

Di dalam sepuluh musim terbaru, rekor paling buruk Manchester United terpaut 2 skor bersama fast melalui rival pada Old Trafford merupakan 32 menit.

Uniknya, rekor itu berlangsung 2 kali kala Manchester United melawan Tottenham Hotspur pada Old Trafford di kampanye musim 2008/09 serta 2012/13.

8 Pemain Premier League yang Sudah Jadi Jawara Piala Dunia

8 Pemain Premier League yang Sudah Jadi Jawara Piala Dunia

Semenjak sepak bola Inggris mengalami transformasi format di 1992, cuma 19 bintang Liga Premier Inggris yang sudah main di laga pamungkas Piala Dunia. Tapi menurut livescore, tak segalanya dapat mengangkat trofi jawara.

livescore Liga Inggris mencatat, laga pamungkas Piala Dunia 2018 bakal mempertarungkan Prancis melawan Kroasia. Premier League jua balik lagi mengirim wakilnya dalam laga puncak kompetisi 4 tahunan itu.

Paul Pogba, N’Golo Kante, Hugo Lloris, Olivier Giroud serta Dejan Lovren rasa-rasanya bakal jadi starter pada laga pamungkas di hari sabtu ini. Sementara itu, Benjamin Mendy tetap memiliki peluang datang ke permainan jadi pemain pengganti.

Lalu, siapa sajakah bintang Premier League yang sudah memenangkan gelar Piala Dunia? Berikut ini lis nya menurut diberitakan blog livescore Liga Spanyol.

Andre Schurrle (2014) – Andre Schurrle merupakan bintang Jerman perdana yang memegang sang pencipta goal yang menghantarkan tim menang, Mario Gotze, ketika berselebrasi di laga pamungkas 2014 vs Argentina. Situs livescore Jerman mencatat, Ia sendiri menyarangkan goal ketika kesebelasannya unggul 7-1 menghadapi host Brasil di laga sebelumnya.

Bintang yang beroperasi di sektor sayap Chelsea tersebut sesungguhnya tak jadi starter laga pamungkas. Tapi, ia tetap merumput 1 setengah jam sampai penghujung babak tambahan usai menggantikan Christoph Kramer yang menderita gegar otak pada paruh ke 1.

Frank Leboeuf (1998) – Masih dari website yang sama livescore Liga Italia, Frank Leboeuf adalah salah satu bagian dari tim Prancis yang mengangkat gelar Piala Dunia 1998. Dia main tangguh di sektor defensive hingga bisa mencegah bintang-bintang Brasil untuk menyarangkan goal.

Pemain bertahan tengah Chelsea tersebut cuma memperoleh 1 peluang lantaran pemain bertahan kunci, Laurent Blanc mendapat hukuman. Kawan sesama Prancis, Marcel Desailly lantas membuntuti Leboeuf menuju Chelsea beberapa saat usai kompetisi.

Per Mertesacker (2014) – Per Mertesacker memutuskan gantung sepatu dari sepak bola internasional di usia 29 tahun beberapa saat usai mengangkat gelar Piala Dunia 2014. Pemain bertahan Arsenal tersebut kehilangan areanya menjadi pemain bertahan kunci Jerman, namun dia telah main 1-2 detik terakhir pada laga pamungkas usai mengganti kawan seklubnya di Arsenal, Mesut Ozil.

Mertesacker lantas mulai diusik cedera dan memutuskan untuk gantung sepatu di penghujung kompetisi kemarin di usia 33 tahun. Penampilan hebatnya 1 tahun sebelumnya bisa membikin Arsenal mengangkat gelar FA Cup.

Emmanuel Petit (1998) – Emmanuel Petit merasakan kampanye musim yang mengesankan di tahun 1997/98. Dengan Arsenal, pemain berposisi gelandang Prancis tersebut mengangkat gelar Premier League dan FA Cup serta jadi bintang utama The Gunners di bawah bimbingan Arsene Wenger.

Petit meneruskan keberhasilannya di ajang internasional dengan Prancis. Malahan, ia turut menyarangkan goal ke 3 bangsanya di laga pamungkas vs kesebelasan unggulan Brasil.

Fernando Torres (2010) – Walau mulai diusik cedera seperti yang dikabarnya berita bola, Fernando Torres terus disebut menjadi ujung tombak papan atas Premier League di tahun 2010 usai menyarangkan 18 goal di dalam 22 performa untuk Liverpool di kampanye musim jelang Piala Dunia di Afrika Bagian selatan.

Torres tak kembali jadi starter di Spanyol usai kehilangan areanya dari David Villa. Ini berarti ia perlu senang jadi bintang pengganti di laga pamungkas yang dimenangkan La Roja.

Mesut Ozil (2014) – Mesut Ozil mulai mengkonfirmasikan dirinya di ajang global pada Piala Dunia 2010 menjadi salah satu bagian dari kesebelasan Jerman. Ini menjadikannya hengkang menuju Real Madrid dan ia lantas menghancurkan rekor transfer Arsenal di kala kompetisi 2014.

Ozil nyaris main penuh di laga pamungkas vs Argentina. Ia baru meninggalkan gelanggang di penghujung fase babak tambahan sebab juru tak-tik Jerman, Joachim Loew berupaya untuk membuang-buang waktu.

Patrick Vieira (1998) – Liga 1 Indonesia melaporkan, Patrick Vieira merayakan hari lahirnya yang ke 22 selama Piala Dunia 1998 & main menjadi bintang pengganti saat laga sudah berjalan hingga menit ke-74 untuk Prancis. Di kala ini tuan rumah telah menang 2-0 karena 2 tandukan Zinedine Zidane.

Vieira lantas jadi starter di laga pamungkas 2006, berlaga 56 menit sebelum diganti oleh Alou Diarra. Tapi, ketika itu ia telah tak kembali berlaga di Premier League usai pergi dari Arsenal untuk Juventus di tahun 2005.

Cesc Fabregas (2010) – Cesc Fabregas tak jadi starter di laga pamungkas 2010 untuk Spanyol vs Belanda. Tapi leader Arsenal ini memiliki fungsi vital ketika pertandingan laga pamungkas via umpannya hingga Andres Iniesta dapat menyarangkan goal yang menghantarkan tim menang saat laga sudah berjalan hingga menit 116.

Di tahun 2010, Fabregas telah amat kencang dikatakan bakal gabung kembali dengan tim masa kecil Barcelona dari Arsenal. Kepindahan itu endingnya baru dapat terwujud di tahun selanjutnya.

Luka Modric: Prancis Memenangkan pertandingan Lantaran Dibantu Pemimpin pertandingan

Luka Modric: Prancis Memenangkan pertandingan Lantaran Dibantu Pemimpin pertandingan

Pemimpin Team sepakbola negara Kroasia, Luka Modric mengklaim masih frustrasi dengan result mengecewakan skuatnya dalam bentrokan final Piala Dunia 2018. Modric menaksir skuatnya bertanding sedikit lebih perfect dari pada Team sepakbola negara Prancis, hingga mereka setingkat lebih cocok bertindak sebagai pemenang.

Kroasia sendiri mampu bermain di luar keinginan publik di Piala Dunia 2018. Untuk pertama-tama kalinya didalam catatan sejarah, The Vatreni mampu menembus menuju ke partai puncak Piala Dunia sejak usai federasi football mereka terbentuk.

Tetapi pada pertandingan partai puncak, Kroasia wajib tumbang melawan musuh mereka, Prancis. Mereka dipaksa menelan kekalahan dengan kedudukan 4-2 dari skuat yang biasa disebut Les Bleus ini.

Modric sendiri berkata bila skuatnya sedikit lebih cocok untuk keluar sebagai pemenang dari pada Prancis. “Semua pesepakbola team saya menderita hal yang mirip, yakni team saya enggak patut menelan kekalahan,” kata Modric terhadap Sportsmole dan redaksi livescore.

Modric sendiri mengklaim bila pemimpin pertandingan sedikit lebih condong membela Prancis dalam laga ini serta hal tersebut dapat dilihat dari keputusan-keputusan yang diciptakan sang pemimpin pertandingan sejauh pertandingan.

“Saya merasa team saya ialah skuat yang sedikit lebih perfect dari Prancis, tetapi terkadang skuat yang sedikit lebih perfect enggak menang.”

“Kami pun tercengan team saya memperoleh tembakan penalti, terlebih lantaran pelanggaran yang dirinya berikan di skor pertama-tama mereka, menurut aku bukan sebuah pelanggaran serta team saya mampu bangkit dari hal tersebut.”

Modric pun menyesalkan tembakan penalty yang diberikan oleh pemimpin pertandingan Nestor Pitana tersebut, lantaran dirinya menaksir tembakan penalty tersebut membinasakan gelora skuatnya.”

“Kami mampu bertanding dengan perfect serta team saya memainkan football yang keren sejauh partai. Lantas pemimpin pertandingan memberi tembakan penalty bagi mereka [Prancis] serta hal tersebut membinasakan team saya.”

“Enggak enteng untuk come back dari keadaan ini, tetapi team saya masih berusaha. Team saya masih berusaha sampai dengan akhir serta team saya sungguh-sungguh bangga dengan bagaimana cara team saya bertanding. Tetapi sayang hal tersebut enggak cukup menjadikan team saya memenangkan pertandingan.” lanjutnya.